Mahasiswa Hukum yang dulunya dalam proses akademisi sarat ide dan idealis rule of law, namun akhirnya menelan ludah ketika melihat kenyatan setelah lulus ada hukum yang tak tertulis. inilah terkadang yang membuat mereka frustasi, karena apa yang mereka pelajari dibangku kuliah, berbeda sekali dengan penerapannya dilapangan. konsekuensinya, seperti perumpamaan "Jika Ingin Belajar Berenang, Yah.!!! mau gak mau, harus basah".
Kalau mereka kuat, dengan kekuatan yang ada mereka akan melakukan perlawanan. Tapi realitasnya dilapangan ternyata berbeda, tidak kurang banyak juga yang larut dan ikut arus besar, kebanyakan dari mereka mengekor, membeo dan masuk dalam barisan daftar orang bermasalah. Mereka terus berkomunikasi dan mengekor, karena ingin cepat sukses dan berhasil dalam mencapai sebuah tujuan dengan apapun caranya dan segala alibi untuk menghalalkan.
Dari kalangan kaum muda sendiri sebetulnya sudah ada wacana kritis yang mengkhawatirkan kepemimpinan nasional. Mereka melihat selama lebih setengah abad, indonesia secara tragis mengalami kegagalan kepemimpinan nasional yang menyebabkan bangsa ini tidak saja jauh dari cita-cita luhur yang mewujudkan masyarakat adil dan makmur, tetapi rakyat menderita.
Realitanya..? kenapa kita harus ambil pusing dalam masalah tersebut, toh saudara sudah bisa makan dan tidur,. jangan lupa kawan, diluar sana masih banyak teman-teman kita yang serba kekurangan, dengan produk lingkungan dan keterbatasan mereka terjerumus dalam ruang gelap dan lubang yang semakin dalam karena tidak mempunyai pilihan yang lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
http://oki-ohara.blogspot.com/